Minggu, 12 Oktober 2014

Macam - Macam Topologi



 
Topologi Star


Pengertian Topologi Star: merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.


Kelebihan Topologi Star:
  • Paling fleksibel dibandingkan dengan topologi yang lain
  • Pemasangan workstation yang baru sangat mudah, dan tidak mengganggu kerja dari komputer yang lain
  • Kontrol terpusat, sehingga memudahkan pengecekan kesalahan jaringan.
  • Kemudahan deteksi kesalahan pada jaringan, karena adanya kontrol terpusat dan satu kabel untuk satu komputer.
Kelemahan Topologi Star:
  • Boros kabel, karena topologi ini satu komputer akan dihubungkan ke hub dengan satu kabel, sehingga jika banyak komputer pada jaringan maka akan menggunakan kabel yang banyak pula.
  • Perlu penanganan khusus untuk pengelolaan jaringan.
  • Kontrol terpusat(hub) menjadi elemen yang sangat kritis, sehingga jika hub mengalami kerusakan maka semua jaringan akan mengalami masalah.
 Topologi Ring
 Pengertian Topologi Ring: Topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.

Kelebihan Topologi Ring:
  • Hemat kabel.
  • Untuk membangun jaringan dengan topologi ini lebih murah bila dibandingkan dengan topologi Star.
Kelemahan Topologi Ring:
  • Sangat peka terhadap kesalahan jaringan.
  • Sukar untuk mengembangkan jaringan, sehingga jaringan tersebut nampak menjadi kaku.
  • Biaya pemasangan lebih besar.


Topologi Tree  
Pengertian Topologi Tree: kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus
Kelebihan Topologi Tree:
  • Mudah dalam pengembangan jaringan.
  • Mudah dalam mendeteksi kerusakan.
  • Jika salah satu kabel sub-Node, maka sub-Node yang lain tidak akan terganggu.
Kelemahan Topologi Tree:
  • Jika salah satu konsentrator atau sentral Node mengalami kerusakan, maka sub-Node yang ada dibawahnya akan terganggu.


Topologi Mesh


Pengertian Topologi Mesh: suatu topologi yang memang didisain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau penjaluran yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software. 

Kelebihan Topologi Mesh:
  • opologi mesh memiliki tingkat Redundancy yang tinggi, sehingga jika terdapat satu Link yang rusak maka suatu Node (Station) dapat mencari Link yang lainnya.
kelemahan topologi mesh:
  • Membutuhkan biaya yang cukup besar, karena membutuhkan banyak kabel, setiap Node harus dipasang LAN Card sebanyak n-1 (n=Jumlah Node).
  • Jaringan ini tidak praktis.


Topologi Hybrid  

Pengertian Topologi Hybrid: Kombinasi dari dua atau lebih topologi yang berbeda untuk membuat topologi hybrid. Ketika topologi dasar yang berbeda yang terhubung ke satu sama lain, mereka tidak menampilkan karakteristik dari setiap topologi satu tertentu. Ini adalah ketika itu menjadi topologi hibrida.
Kelebihan Topologi Hybrid:
  • Fleksibel
Kelemahan Topologi Hybrid:
  • Pengelolaan sulit 
  •  Biaya mahal dibanding topologi lainnya
  • Instalasi dan konfigurasi topologi sulit

    Topologi Hierarkis

    Pengertian Topologi Hierarkis: Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.
    Kelebihan Toplogi Hierarkis:
    • Data terpusat secara hirarki sehingga manajeman data lebih baik dan mudah  terkontrol 
    • Data terpusat secara hirarki sehingga manajeman data lebih baik dan mudah terkontrol
    Kelemahan Topologi Hierarkis:
    • Komputer di bawahnya tidak dapat dioprasikan apabila kabel pada komputer tingkat atasnya terputus
    • Dapat terjadi tabrakan file (collision) 


    topologi peer to peer
    pengertian topologi peer to peer: jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer).
    kelebihan topologi peer to peer:
    • Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer
    • Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan
    • Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
    kelemahan topologi peer to peer: 
    • Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation
    • Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client- server, karena setiap komputer/peer isamping harus mengelola emakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
    • Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur masing- masing fasilitas yang dimiliki
    • Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing- masing komputer tersebut

       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar